DINAS PUPR SBB PERKUAT INTERVENSI INFRASTRUKTUR UNTUK PERCEPAT PENANGANAN STUNTING

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) SBB mengambil peran dalam mendukung penanganan faktor lingkungan yang berkaitan dengan risiko stunting.

SERAM BAGIAN BARAT - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui intervensi lintas sektor. Salah satu sektor yang mendapat perhatian adalah infrastruktur dasar, dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) SBB mengambil peran dalam mendukung penanganan faktor lingkungan yang berkaitan dengan risiko stunting.

Peran tersebut terlihat dalam kegiatan penanganan stunting secara door to door yang dipimpin Bupati SBB Asri Arman di sejumlah desa yang menjadi lokasi fokus (lokus) stunting di Kecamatan Seram Barat, Kamis (11/6/2026). Kunjungan dilakukan di Desa Morekau, Desa Lumoli, dan Desa Neniari dengan menyambangi langsung rumah balita penderita stunting serta ibu hamil berisiko melahirkan anak stunting, termasuk ibu hamil dengan kondisi Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Dalam kegiatan tersebut, Plt. Kepala Dinas PUPR SBB turut mendampingi Bupati bersama sejumlah pimpinan OPD yang tergabung dalam tim pengampu stunting. Keterlibatan Dinas PUPR menjadi bagian dari upaya memastikan persoalan lingkungan dan infrastruktur dasar yang ditemukan di rumah keluarga berisiko stunting dapat menjadi perhatian dalam penanganan secara terpadu.

Rombongan tidak hanya melihat kondisi kesehatan balita dan ibu hamil, tetapi juga meninjau secara langsung kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal masyarakat. Bagi Dinas PUPR, peninjauan tersebut penting untuk mengetahui kondisi infrastruktur dasar yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan keluarga.

Beberapa aspek yang menjadi perhatian meliputi kondisi hunian, sanitasi, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), serta ketersediaan dan akses terhadap air bersih. Persoalan tersebut merupakan bagian dari lingkungan dasar yang perlu diperhatikan dalam upaya menciptakan tempat tinggal yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak.

Keterlibatan Dinas PUPR sekaligus memperkuat pendekatan bahwa penanganan stunting tidak semata-mata berkaitan dengan pemberian makanan tambahan atau pelayanan kesehatan. Kondisi rumah dan lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian penting yang harus dibenahi ketika ditemukan sebagai faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan berbagai bentuk dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga. Selain intervensi kesehatan dan gizi, dukungan diarahkan pada aspek lingkungan melalui perbaikan rumah, penyediaan fasilitas sanitasi, dan pemenuhan akses air bersih.

Dinas PUPR memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan infrastruktur tersebut dapat diidentifikasi berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Pendekatan langsung ke rumah warga memungkinkan pemerintah melihat persoalan secara lebih konkret, sehingga kebutuhan intervensi infrastruktur dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing keluarga dan lingkungan.

Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya integrasi antara pembangunan infrastruktur dan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia. Infrastruktur dasar seperti hunian yang layak, sanitasi yang memadai, dan akses air bersih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga berhubungan dengan terciptanya lingkungan yang sehat bagi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak.

Bupati SBB Asri Arman menegaskan, penanganan stunting membutuhkan kerja nyata dan kehadiran pemerintah secara langsung di tengah masyarakat. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan berbagai bentuk intervensi benar-benar diterima oleh keluarga yang membutuhkan.

"Kita harus memastikan bahwa setiap bantuan gizi ini benar-benar sampai ke tangan anak-anak kita yang membutuhkan. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menurunkan angka stunting di SBB demi melahirkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan kuat," tegas Bupati.

Bagi Dinas PUPR SBB, keterlibatan dalam penanganan stunting menjadi bagian dari dukungan terhadap kebijakan pemerintah daerah dalam membangun lingkungan permukiman yang lebih sehat dan layak. Intervensi infrastruktur diharapkan dapat berjalan beriringan dengan intervensi kesehatan, gizi, dan sosial sehingga penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh.

Sinergi lintas sektor tersebut menjadi penting karena persoalan stunting memiliki berbagai faktor yang saling berkaitan. Dengan mengintegrasikan pembangunan infrastruktur dasar ke dalam penanganan stunting, Pemerintah Kabupaten SBB berupaya memastikan bahwa keluarga berisiko tidak hanya memperoleh pelayanan kesehatan dan dukungan gizi, tetapi juga mendapatkan lingkungan tempat tinggal yang lebih mendukung kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Melalui peran tersebut, Dinas PUPR SBB turut mengambil bagian dalam upaya pemerintah daerah membangun fondasi kehidupan masyarakat yang lebih sehat. Perbaikan kondisi hunian, sanitasi, serta akses air bersih diharapkan menjadi bagian dari langkah konkret untuk memperkuat percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat.

SHARE :
LINK TERKAIT