
Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong peningkatan konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah sat
ELPAPUTIH - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus mendorong peningkatan konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Salah satu ruas yang menjadi perhatian adalah SP. Watui–Desa Huku Kecil hingga Desa Abio, dengan total panjang rencana mencapai 18 kilometer.
Hingga akhir pelaksanaan pekerjaan Tahun Anggaran 2025, badan jalan sepanjang enam kilometer telah dibuka, disertai pengaspalan sepanjang 750 meter dan pembangunan lima unit box culvert.
Pembangunan ruas tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat sekaligus mendukung kelancaran mobilitas orang dan barang, terutama bagi masyarakat di wilayah Huku Kecil dan Abio.
Bupati SBB Asri Arman meninjau langsung lokasi pembangunan ruas jalan SP. Watui–Huku Kecil–Abio pada Sabtu (27/12/2025). Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat progres pekerjaan di lapangan sekaligus memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan dan standar teknis yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR SBB, Arafat, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), bersama tim konsultan pengawas dan kontraktor pelaksana CV. Mutiara Makmur.
Berdasarkan hasil peninjauan, pekerjaan yang telah dilaksanakan meliputi pembukaan badan jalan sepanjang enam kilometer, pengaspalan sepanjang 750 meter, serta pembangunan lima unit box culvert.
Pekerjaan tersebut memiliki nilai kontrak sebesar Rp5.227.763.423, yang bersumber dari APBD Perubahan Kabupaten SBB Tahun Anggaran 2025.
Secara keseluruhan, ruas yang dibangun memiliki panjang 18 kilometer, terdiri atas ruas SP. Watui–Desa Huku Kecil sepanjang 16 kilometer dan Huku Kecil–Desa Abio sepanjang dua kilometer.
Pembangunan ruas jalan tersebut dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Pada Tahun Anggaran 2025, pekerjaan difokuskan pada pembukaan badan jalan, pengaspalan pada bagian ruas yang telah siap, serta pembangunan infrastruktur pendukung.
Keterbatasan anggaran menyebabkan seluruh ruas belum dapat dikerjakan secara bersamaan. Pemerintah Kabupaten SBB merencanakan kelanjutan pembangunan pada Tahun Anggaran 2026, melalui penganggaran sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan hasil perencanaan teknis.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR SBB, Arafat, menjelaskan bahwa sebagian trase jalan berada pada kawasan yang berstatus hutan lindung. Karena itu, pembukaan badan jalan pada kawasan tersebut harus memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan serta persyaratan perizinan atau persetujuan penggunaan kawasan.
Pada tahap pekerjaan yang telah dilaksanakan, pembukaan badan jalan dilakukan pada kawasan yang berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) sepanjang enam kilometer.
Sementara bagian trase yang berada pada kawasan hutan akan ditindaklanjuti setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan sesuai ketentuan dapat dipenuhi.
Dinas PUPR SBB bersama Pemerintah Kabupaten SBB terus melakukan koordinasi dan upaya penyelesaian aspek tersebut agar pembangunan dapat dilanjutkan secara optimal, dengan tetap memperhatikan ketentuan tata kelola kawasan dan perlindungan lingkungan.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Asri Arman menekankan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pekerjaan memperhatikan kualitas konstruksi serta melaksanakan pekerjaan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran penting dalam membuka akses masyarakat dan mendukung aktivitas sosial maupun ekonomi.
“Pembangunan infrastruktur jalan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk membuka akses dan memperlancar aktivitas masyarakat. Dengan akses yang semakin baik, mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi juga diharapkan menjadi lebih mudah,” ujar Asri Arman.
Ia juga meminta pelaksana pekerjaan dan seluruh pihak terkait memastikan pembangunan dilaksanakan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya masyarakat di wilayah Huku Kecil dan Abio,” katanya.
Pembangunan ruas SP. Watui–Huku Kecil–Abio merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten SBB dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah dan memperluas akses masyarakat terhadap infrastruktur dasar.
Dengan terbukanya badan jalan sepanjang enam kilometer pada tahap awal, masyarakat di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses diharapkan memperoleh kemudahan dalam mobilitas dan distribusi hasil produksi.
Dalam jangka panjang, penyelesaian ruas sepanjang 18 kilometer tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mobilitas penduduk, serta akses menuju fasilitas pelayanan dasar.
Dinas PUPR SBB akan terus mengawal setiap tahapan pembangunan, mulai dari aspek perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, kualitas konstruksi hingga pemenuhan ketentuan administrasi dan perizinan, sehingga pembangunan infrastruktur dapat terlaksana secara tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.